25 April 2009

MOM

Yang aku punya dalam hidup ini hanyalah mama yang selalu menyemangati hidupku...
I love mom....

24 Februari 2009

Mudah Saja by Sheila On 7

Tuhan
Aku berjalan menyusuri malam
Setelah patah hatiku
Aku bedoa semoga saja
Ini terbaik untuknya

Dia bilang
Kau harus bisa seperti aku
Yang sudah biarlah sudah

Mudah saja bagimu
Mudah saja untukmu
Andai saja.. Cintamu seperti cintaku

Selang waktu berjalan kau kembali datang
Tanyakan keadaanku

Ku bilang
Kau tak berhak tanyakan hidupku
Membuatku semakin terluka

Mudah saja bagimu
Mudah saja untukmu
Coba saja lukamu seperti lukaku

Kau tak berhak tanyakan keadaanku
Kau tak berhak tanyakan keadaanku
Mudah saja bagimu
Mudah saja untukmu
Andai saja cintamu seperti cintaku

Mudah saja…

16 Januari 2009

Benyamin S Selalu Abadi

Karya sang legendaris Benyamin Suaeb terus abadi. Artis serba bisa, julukan itu pantas untuknya. Namun penyanyi, pencipta lagu, pemain film maupun sinetron, serta pelawak ini selalu menunjukan kesederhaannya.

Sejak kecil pria kelahiran Jakarta, 5 Maret 1939 ini sudah terlihat bakatnya seninya. Pada usia 3 tahun Benyamin terpaksa mengamen keliling kampung bersama kakak-kakaknya. Karena mereka harus menutupi kehidupan ekonomi keluarganya.

Saat usia 6 tahun bersama kakak-kakaknya, Benyamin membentuk orkes kaleng. Mereka memanfaatkan barang-barang bekas sebagai alat musik. Bakat seni yang dimiliki delapan bersaudara ini tidak lepas dari dua kakek mereka. Kedua kakek mereka seorang seniman kesenian rakyat dulmuluk yaitu Saiti (peniup klarinet) dan Haji Ung atau Jiung (pemain).

Pada 1946, Benyamin bersekolah di Sekolah Rakyat Bendungan Jago Jakarta. Kemudian dia hijrah ke Bandung, Jawa Barat dan meneruskan pendidikannya di Sekolah Dasar Santo Yusuf.

Setelah lulus sekolah dasar, anak bungsu dari pasangan Suaeb dan Aisyah ini kembali ke kampung halamannya. Pada 1955 dia melanjutkan pendidikannya di Sekolah Menenggah Pertama Negeri (SMPN) Taman Madya Cikini, Jakarta Pusat. Saat SMP, Benyamin tergolong anak nakal. Bahkan dia tidak segan mengancam gurunya, apabila tidak naik kelas untuk pelajaran aljabar. Setelah itu Benyamin melanjutkan sekolah di Akademi Bank Jakarta. Namun sayang, tidak sampai selesai.

Sebelum dikenal sebagai penyanyi Benyamin sempat merasakan hidup susah. Untuk menghidupi dirinya Benyamin sempat berdagang roti dorong. Selain itu, dia juga sempat mencicipi sebagai kenek di perusahaan bus PPD dengan jurusan lapangan benteng-pasar rumput. Tapi, tidak bertahan lama. Karena sang supir menyuruhnya untuk berbuat curang dengan tidak memberikan karcis kepada penumpang. Sehingga mereka tertangkap basah dan dia malu untuk kembali kepekerjaannya.

Pada 1959 Benyamin menikah dengan Hj. Nonnie yang memberinya lima orang anak. Setelah menikah Benyamin tetap belajar. Dia sempat mengikuti beberapa kursus, di antaranya Dasar Kemiliteran Kodam V Jaya (1960), dan kursus Administrasi Negara (1964).

Benyamin juga sempat bekerja di beberapa tempat. Seperti, bagian Amunisi Peralatan AD (1959-1960), bagian Musik Kodam V Jaya (1957-1969), dan menjadi Kepala Bagian Perusahaan Daerah Kriya Jaya antara tahun 1960-1969).

Kecintaannya di dunia hiburan tidak lantas dilupakannya. Kemudian pria berkumis ini membentuk grup musik Melodyan Boy bersama teman-temannya di Kemayoran. Mereka juga berhasil menelurkan dua lagu yang bertajuk Si Jampang dan Nonton Bioskop. Bahkan dua lagu tersebut sampai sekarang masih diingat dan kerap dinyanyikan. Selain bernyanyi, Benyamin juga memainkan alat musik bongo dalam grup ini.

Setelah itu, pria berkulit sawo mateng ini membentuk grup baru lagi bernama Melodi Ria. Band yang mengusung musik pop ini digawangi Benyamin, Eli Srikudus, dan Rachmat Kartolo (penyanyi), Rachman A (gitar melodi), Heri Sukarjo (bas betot), Achmad (klarinet), Imam Kartolo (piano, saksofon), Suparlan (gitar), dan Saidi S (bongo). Grup musik ini kerap pentas di tempat hiburan malam. Biasanya mereka tampil membawakan lagu, ngak-ngik-ngok. Selain itu, mereka juga menyanyikan lagu asing di antaranya Unchained Melody, Blue Moon, dan El Mondo. Bersama Melodi Ria, Benyamin merekam beberapa lagu. Di antaranya Kisah Cinta, Panon Hideung, Nonton Bioskop, dan Si Neneng.

Namun sayang, Presiden Soekarno melarang diputarnya lagu-lagu Barat di Tanah Air. Seperti Koes Bersaudara yang dimasukkan dalam pejara karena kerap mendendangkan lagu-lagu The Beatles, band asal Inggris. Apesnya, Melodi Ria juga ikut terkena imbasnya. Alhasil mereka dilarang tampil di tempat hiburan malam. Mereka dilarang manggung membawakan lagu ngak-ngik-ngok atau lagu Barat.

Beruntung larangan tersebut tidak membuat Benyamin patah arang. Dia pun lekas memutar otak agar tetap dapat berkarya di Indonesia. Benyamin memutuskan untuk menyanyikan lagu-lagu Betawi dengan iringan gambang kromong.

Itu bukan sekedar niat. Untuk mewujudkan dia bergabung dengan kelompok musik Naga Mustika pimpinan Suryahanda. Berkat Naga Mustika nama Benyamin mulai dikenal masyarakat luas. Kesuksesan Bang Ben --demikian Benyamin kerap disapa, tidak lepas dari musik yang diatur oleh pemusik gambang kromong waktu itu. Di antaranya Budiman BJ, Darmanto, dan Asep.

Kemudian Naga Mustika merekrut penyanyi berparas manis, Ida Royani untuk teman berduet Bang Ben. Sejumlah lagu diciptakan salah satu personel Naga Musitika, Asep S untuk berduet dengan Ida. Di antaranya Tukang Loak, Bertengkar, Si Bontot, Luntang-Lantung, Muara Angke, Si Jabrik, Nasib, Pelayan Toko, Si Denok, Petik Kembang, Layar Tancep, Pacar Biduan, Pulang Kerje, Tuak Manis, Tukang Grobak, Gara-Gara Anak, dan Pacar Biduan.

Diperkirakan pasangan duet yang paling populer pada era 70-an ini sudah menyanyikan 150 lagu. Pencipta lagunya tak lain adalah Benyamin sediri, Joko S maupun kakak kandungnya Saidi Suaeb.

Lagu-lagu yang mereka bawakan adalah cerminan dari masyarakat Betawi. Walaupun ada beberapa lagu yang berbau Sunda, tapi Benyamin membuatnya menjadi milik Betawi. Misalnya lagu bertajuk Ayun Ambing.

Selain Ida, Bang Ben juga pernah berduet bersama pemusik jazz Jack Lesmana dan Bill Sraragih, serta penyanyi penyanyi bertajuk Patah Hati, Rachmat Kartolo.

Setelah Presiden Soeharto berkuasa di Negeri ini, musik gambang kromong semakin memperlihatkan jati dirinya. Pada 1969 tembang Jampang sukses di pasaran. Sedangkan di 1971 lagu Ondel-Ondel mulai dilirik penikmat musik nasional.

Sampai tahun 1974, penyanyi yang juga menulis lirik yang mengundang tawa ini telah menghasilkan 20 album. Berisikan lagu-lagu yang dinyayikan sediri maupun duet dengan penyanyi lain. Di tahun yang sama Benyamin mendapat penghargaan dari Yayasan Husni Thamrin untuk pengabdiannya dalam bidang musik bersama gambang kromong ke industi musik Tanah Air.

Benyamin juga kerap melancarkan lagu-lagu yang mengeritik pemerintah. Lagu bertajuk Pungli, misalnya. Lagu ini mendapat penghargaan dari Komando Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Kokamtib). Pasalnya lagu tersebut dianggap menunjang program Operasi Tertib yang tengah digalakan pemerintah pada 1977.

Ternyata Benyamin S dikenal di negri Jiran, Malaysia. Bahkan, pemilik album Jangkrik Genggong ini juga sempat manggung di Moskwa, Rusia.

Tidak hanya lagu yang bergenre pop saja, Benyamin juga membawakan lagu-lagu berirama rock, blues, bahkan metal. Seperti Biang Kerok, Maaf Kutak Datang, Ampunan, Mojok, I’m A Teacher, Kisah Kucing Tua, Balada Dalam Penjara, Dingin Dingin Dimandiin, Seliweran, dan Tragedi Cinta.
Selain Bang Ben populer di dunia musik, dia juga mendapatkan kesempatan untuk terjun ke dunia akting. Beberapa judul film telah dia bintangi di antaranya Anteng Betawi (1971), Biang Kerok (1972), Intan Berduri serta Si Doel Anak Modern (1976). Bahkan berkat kepiawaian aktingnya Benyamin pernah meraih Piala Citra sebagai Pemeran Pria Terbaik pada Festival Film Indonesia lewat film Intan Berduri pada 1973.

Jika dikalkulasikan, sekitar 53 film yang telah dilakoni Benyamin sejak 1970 hingga 1992. Ini belum termasuk sinetron unggulan yang diperankan Benyamin bertajuk Si Doel Anak Sekolahan pada 1994.

Pada 1995 Indonesia kehilangan insan terbaiknya. Suami dari dua istri ini seteleh beberapa hari koma seusai bermain sepak bola, akibat serangan jantung. Walaupun jasad telah bersamayam di liang kubur, namanya tetap abadi hingga saat ini. Di akhir usianya Benyamin masih sempat merilis album dengan grup musik Al-Haj. Dan yang menjadi lagu andalan dalam album tersebut seperti Biang Kerok serta Dingin-dingin.(Tka)

Wanita Super by Nafa Urbach

Pernahkah kau pikirkan aku
Pernahkah kau anggapku penting
Pernahkah kau tanyakan aku
Yang ku mau yang ku rasa yang ku inginkan

Kau mencariku aku ada
Kau ingin cinta ku berikan
Ku lakukan semua mau mu
Penuhi permintaanmu terus dan terus

Aku bukan wanita super
Aku ingin juga kau sayang
Aku ingin juga cinta mu lebih dan lebih

Aku bukan wanita super
Selalu saat kau butuh
Terus sempurna di depanmu terus dan terus
Jangankan aku takkan ada yang bisa

Pernahkah kau mencintaiku
Pernahkah kau menerima
Kelemahan yang aku punya
Karna slama ini untukmu ku begitu
ha...
ha...

aa..aa..aa..aa..
aa..aa..aa..aa..

Aku bukan wanita super
Aku ingin juga kau sayang
Aku ingin juga cinta mu lebih dan lebih

Aku bukan wanita super
Selalu saat kau butuh
Terus sempurna di depanmu terus dan terus
Jangankan aku jangankan aku
takkan ada yang bisa

Terlanjur Cinta by Rossa feat Pasha Ungu



uuuu...
oooo...

waktu bergulir lambat
merantai langkah perjalanan kita
berjuta cerita terukir dalam
menjadi sebuah dilema

mengertikah engkau
perasaanku tak terhapuskan

malam menangis
tetes embun membasahi mata hatiku
mencoba bertahan di atas puing-puing
cinta yang tlah rapuh

apa yang ku genggam
tak mudah untuk aku lepaskan

aku terlanjur cinta kepadamu
dan tlah kuberikan seluruh hatiku
tapi mengapa baru kini kau pertanyakan cintaku

aku pun tak mengerti yang terjadi
apa salah dan kurang ku padamu
kini terlambat sudah untuk dipersalahkan
karna sekali cinta, aku tetap cinta

mencoba bertahan di atas puing-puing
cinta yang tlah rapuh

apa yang ku genggam
tak mudah untuk aku lepaskan
aku terlanjur cinta kepadamu
dan tlah kuberikan seluruh hatiku
tapi mengapa baru kini kau pertanyakan cintaku.. Kau pertanyakan cintaku..

kini terlambat sudah untuk dipersalahkan
karna sekali cinta, Karena sekali cinta... aku tetap cinta

Peluk - Dewi Lestari feat. Aqi Alexa

Menahun, ku tunggu kata-kata
Yang merangkum semua
Dan kini ku harap ku dimengerti
Walau sekali saja pelukku

Tiada yang tersembunyi
Tak perlu mengingkari
Rasa sakitmu
Rasa sakitku

Tiada lagi alasan
Inilah kejujuran
Pedih adanya
Namun ini jawabnya

Lepaskanku segenap jiwamu
Tanpa harus ku berdusta
Karena kaulah satu yang kusayang
Dan tak layak kau didera

Sadari diriku pun kan sendiri
Di dini hari yang sepi
Tetapi apalah arti bersama, berdua
Namun semu semata

Tiada yang terobati
Di dalam peluk ini
Tapi rasakan semua
Sebelum kau kulepas selamanya

Tak juga ku paksakan
Setitik pengertian
Bahwa ini adanya
Cinta yang tak lagi sama

Lepaskanku segenap jiwamu
Tanpa harus ku berdusta
Karena kaulah satu yang kusayang
Dan tak layak kau didera

Lepaskanku segenap jiwamu
Tanpa harus ku berdusta
Karena kaulah satu yang kusayang
Dan tak layak kau didera....

kau didera.. uuu

Dan kini.. dan kini ku berharap ku dimengerti.. dimengerti...
Walau sekali saja pelukku


glitter-graphics.com

Yockie Suryoprayogo Digaet SBY


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali unjuk gigi di dunia musik. Setelah sebelumnya merilis album Rinduku Padamu, SBY menelurkan lagi album berjudul Evolusi. Album ini diperkenalkan pada acara soft launching di Hard Rock Cafe, Jakarta Pusat, Selasa (6/1).

Di album Rinduku Padamu, SBY melibatkan beberapa musisi papan atas seperti Ebiet G. Ade, AB Three, Dea Mirella, dan Kerispatih. Kali ini pun, SBY menggandeng beberapa musisi gaek. Di antaranya adalah pemusik legendaris Yockie Suryoprayogo.

Yockie mengatakan, mengaransemen karya SBY adalah pekerjaan yang menantang. Karenanya, Yockie memberikan sentuhan berbeda dalam album Evolusi. Keyboardis God Bless ini juga mengubah konsep sebagian lagu dalam album Evolusi menjadi instrumental.

Sebelum Yockie menggarap album ini, dia teringat ucapan penyanyi Iwan Fals. Iwan pernah berujar kepada Yockie menggenai karya SBY. Diam-diam, Iwan menyukai lagu-lagu SBY. Menurut Iwan, lagu-lagu Presiden RI keenam itu bagus. Iwan juga mengatakan, sebuah lagu dikatakan indah jika sinkron antara lirik dan notasi musik, sehingga menghasilkan hamonisasi. Ucapan Iwan inilah yang membuat Yockie berpikir untuk memberikan sentuhan berbeda dalam Evolusi.

Yockie menggarap sepuluh lagu dalam album kedua SBY ini. Enam lagu di antaranya digarap secara instrumental, seperti Rinduku Padamu dan Hening. Saksofonis jazz Oni Krinerwinto juga ikut membantu dalam tembang bertajuk Dendang di Malam Purnama.

Selain Yockie, musisi lain yang juga ikut terlibat adalah gitaris Kiboud Maulana, Totok Tewel, Eddy Kemput, serta Wawan (trompet), Oni Krisnerwinto (saksofon), dan Idris Sardi (biola).(Tka)

Aku dan SCMusik

Hari ini saat-saat terakhirku di SCM. Berat memang meninggalkan sesuatu yang sudah kita sukai. Khususnya ilmu yang baru saja saya dapat di SCM. Karena untuk menjadi bagian dari perusahaan ini tak semudah membalikkan telapak tangan. Berlebihan ya.. Tapi memang itu kenyataannya. Tak semua orang dapat diterima menjadi peserta magang di perusahaan besar ini. Bahkan aku harus menunggu lama hasil interview. Aku sangat bangga bisa menjadi bagian dari SCM. Walaupun, hanya sebagai karyawan magang.

Bagaimana tak bangga, melalui SCM, aku mendapatkan ilmu baru. aku ditugaskan sebagai Jurnalis, mereka sih bilangnya sebagai editor. Tapi pengkat itu belum cocok untukku. Bahkan di perusahaan ini juga saya, aku dpat belajar berhubungan dengan sesama karyawan dana atasan.

Berat rasanya meninggalkan aktifitasku sebagai jurnalis. Tapi keputusan ini aku buat bukan tanpa alasan. Ada sebab di belakangnya. Aku tidak boleh egois, aku juga harus memikirkan keluargaku.

Ya.. saat ini keluargaku memang tengah membutuhakan biaya untuk pengobatan adikku. Aku ingin membantu keluargaku, palng tidak aku sudah tidak meminta uang untuk diriku sendiri.

Ya,,, uang pengganti transport memang tak mencukupi kebutuhannku. Uang itu hanya habis untuk ongkos saja. Karena itulah aku mengambil keputusan ini. Dan aku yakin setelah keluar dari sini aku mendapatkan seseuatu yang sudah menjadi hakku. Aku yakin Allah memiliki rahasia yang indah untuk aku dan keluargaku. Aku suka kalimat itu, karena dapat membuat hatiku tenang dan ikhlas menerima semuanya.

Ada hal lain, yang membuat aku takut kehilangan. Teman-temanku disini. Terutama tim kerjaku, Aswin, Boni dan pembimbingku mas Zaki. Mereka telah memberikan ilmu yang sangat luar biasa untukku.

Timku memiliki karakter yang berbeda-beda. Aswin, misalnya. Walaupun paling kecil umurnya, tapi kelakuannya sok tua. Klo si Bonie lain lagi dia aku julukin Mr. Cabul, hmmm karena kebiasannya suka mancing si Aswin ngomong yang porno-porno. Eh, tapi Aswin juga suak gitu sich... Ya tepatnya mereka berdua sama saja gak ada bedanya heheh..

Sementara, mas Zaki adalah pembimbingku di SCMusik.com (New Media di SCM) gak bisa comment dech tetang dia yang pasti dah kasih banyak pelajaran buat aku. So ada satu lagi yang gak akan aku lupain yaitu mas Epenk. Dia dah kasih banyak masukan buat aku dan tim. Bahkan aku tak malu meneteskan air mataku saat curhat ke dia. Hmmm malu sich tapi entah mengapa air mata ini mengalir begitu saja. So,,, untuk SCM grup thx banget dah terima aku di sini selama emapt bulan..

Pelajaran yang aku dapat di sini akan aku bawa sampai kapanpun. Dan apabila masih berjodoh kita akan bertemu di lain waktu...

"Di belakangku ada kekuatan yang tak terbatas, di depanku ada kemungkinan tak berakhir, di sekelilingku ada kesempatan tak terhitung. Dan, semua itu ada yang mengatur. Kenapa mesti takut?" Rabindranath Tagore (1816-1941)

So... Semangaaaaaaaaaaaaaaaaattttttttttt......

18 Desember 2008

The Changcuters


Pakaian mereka serba ketat. Gaya rambut pun ditata layaknya pria gaul standar era 1970-an. Sementara liuk tubuh sang vokalis mengingatkan kita pada penyanyi asal Inggris Mick Jagger. Mereka adalah The Changcuters. Aksi mereka di panggung selalu mengejutkan, sehingga terasa fresh di antara grup musik pendatang baru yang kerap terjebak pada gaya tipikal.

Hampir semua personel band asal Bandung, Jawa Barat, ini memiliki kepribadan humoris. Tak heran mereka mudah merebut perhatian Changcut Rangers—sapaan untuk fans The Changcuters.

Nama The Changcuters tidak bermakna “jorok” atau berasal dari Bahasa Sunda yang berarti pakaian dalam pria seperti dugaan banyak orang. Melainkan berasal dari nama seorang sahabat, bernama Cahaya. Sehari-hari Cahaya dipanggil Cangcut. Menurut personel The Changcuters, Cangcut pintar melucu hingga mereka tergila-gila memuja dan menjadikannya nama band.

Secara resmi, The Changcuters berdiri pada 19 September 2004. Grup musik rock ini diawaki Mohammad Tria Ramadhani (vokal), Muhammad Iqbal atau Qibil (backing vocal dan gitar), Arlanda Ghazali Langitan atau Alda (gitar), Dipa Nandastra Hasibuan (bass), dan Erick Nindyoastomo (drum).

Album perdana The Changcuters bertajuk Mencoba Sukses dirilis pada pertengahan 2006 dan langsung membuat nama mereka dikenal luas. Baru setelah meneken kontrak dengan Sony BMG, dan merilis album kedua berjudul Mencoba Sukses Kembali nama mereka semakin melejit, menjadi salah satu band pendatang baru fenomenal.

Di belakang The Changcuters adalah Uki Peterpan. Ia terlibat sejak awal. Mulai dari proses membuat master, menggandakan kaset dan CD, jadwal studio rekaman, hingga menanggung biaya awal. Lewat Uki pulalah The Changcuters mampu menembus Sony BMG.

Sejumlah lagu dalam album kedua The Changcuters juga digunakan dalam soundtrack film yang mereka bintangi, The Tarix Jabrix. Film berseting di Kota Kembang ini semakin melambungkan popularitas The Changcuters. (Tka)

Discography:
2006 - Mencoba Sukses
2008 - Mencoba Sukses Kembali

Fariz RM


Fariz Rustam Munaf atau biasa disapa dengan nama Fariz RM adalah sedikit dari musisi Indonesia yang mampu mencipta lagu yang tak lekang waktu. Fariz adalah anak dari pasangan Rustam Munaf dan Anna Reijnenberg. Dia dibesarkan di lingkuangan pencinta musik. Ayah seorang penyanyi RRI Jakarta dan ibunya seorang guru musik. Bisa jadi inilah yang membuat musik mengalir deras di darah kelahiran Jakarta, 5 Januari 1961 ini.

Saat Fariz berusia 12 tahun pernah bergabung dalam grup band Young Gipsy bersama Debby dan Odink Nasution. Mereka sepakat membawakan musik-musik bergenre rock dan blues.

Perjalanan Fariz ke industri musik mulai terbuka pada 1977. Dia bersama dengan Adjie Soetama, Raidy Noor, Adie MS, dan Ikang Fawzi mengikuti Lomba Cipta Lagu Remaja yang diselenggarakan Radio Prambors Jakarta. Walaupun hanya juara tiga, sejak itulah tawaran dari berbagai grup band mulai menghampiri.

Album perdana Fariz dirilis pada 1979 bertajuk Selangkah ke Seberang. Dia juga menggandeng Iis Sugianto dalam lagu Selangkah ke Sebrang dan Cinta Kian Menepi.

Setahun kemudian Fariz menelurkan album bertajuk Sakura. Dengan single andalan Sakura yang membius penikmat musik Tanah Air pada era 80-an. Lagu ini sekaligus soundtrack film Sakura Dalam Pelukan. Sampai saat ini tembang Sakura masih sering dinyanyikan sejumlah musisi. Chrisye dan Rossa adalah beberapa di antara yang menyanyi ulang Sakura.

Setelah album keduanya Fariz merilis beberapa album seperti Panggung Perak (1981); Peristiwa 77-81 (1982); Musik Rasta (1983); Peristiwa 81-84 (1984); Pesona Rindu (1985); Do Not Erase (1987); Living In Western World (1988); Fariz Hitz (1989); Fashionova (1989); Cover Ten (1990); Balada (1992); Revolusi Ular, Hiu & Cendrawasih (1993); Romantic (1993); Dongeng Negeri Cinta (1996); Kronologi (1997); Dua Dekade (2001). Dalam album Living In Western World terdapat tembang yang tidak kalah meledak, yaitu Barcelona.

Setelah album Dua Dekade, Fariz tak terdengar kiprahnya dalam waktu cukup lama. Fariz lalu kembali hadir dengan menggelar konser bertajuk Fariz RM the Anthology Live Concert, 25 Juli 2008. Dalam konser itu Fariz tidak sendiri. Ia menggaet kemenakannya Sinna Sherina Munaf atau Sherina, White Shoes & the Couple Company, dan Koil.

Dalam konser tersebut Fariz membawakan tembang terbarunya, Sundown at Midnight dan Your Smile. Kedua lagu tersebut diciptakannya pada 2007. Pertamina pernah memasang single Your Smile untuk jingle iklan.

Pada 2008 majalah Rolling Stone Indonesia Edisi 39, mengeluarkan bonus yang berisi tembang-tembang lawas dari Fariz RM. Terdapat 14 lagu, seperti Tabu (dengan Renny Djajoesman), Revolusi Ular, Hiu dan Cendrawasih (Fariz RM Group). Ditambah dengan tiga lagunya dari album Curse On Cosmic Avenue dan koleksi pentas akustik Fariz RM, Sakura, Nada Kasih dan Barcelona dengan versi yang berbeda. (Tka)

Discography

Album :
1979 - Selangkah ke Seberang
1980 - Sakura
1981 - Panggung Perak
1982 - Peristiwa 77-81
1983 - Musik Rasta
1984 - Peristiwa 81-84
1985 - Pesona Rindu
1987 - Do Not Erase
1988 - Living In Western World (Barcelona)
1989 - Fariz Hitz (new Sakura)
1989 - Fashionova
1990 - Cover Ten
1992 - Balada
1993 - Revolusi Ular, Hiu & Cendrawasih
1993 - Romantic
1996 - Dongeng Negeri Cinta
1997 - Kronologi
2001 - Dua Dekade
2008 - The Essential Fariz RM (Rolling Stone Indonesia)

Album Kolaborasi
Hanya Satu Kamu 'bersama Deddy Dhukun
Asean Skies bersama Janet Arnaiz
Gala Premiere bersama Jacob Kembar
Trapesium Bersama Symphony

Album Kompilasi:
Revolusi ular, hiu, cendrawasih
Best of Fariz RM
20 Golden Hits Fariz RM
Suoper & Slow Meddley
Miracele
Fariz RM Mix
Dongeng Negeri Cinta
Hitam Putih
Curse on Cozmic Avenue

12 Desember 2008

Kupu-Kupu


glitter-graphics.com

Cantik ya kupu-kupu di atas... sama gak ya secantik lirik lagu di bawah ini simak ya...

Lirik lagu Kepompong by Sindentosca

Dulu kita sahabat
Dengan begitu hangat
Mengalahkan sinar mentari

Dulu kita sahabat
Berteman bagai ulat
Berharap jadi kupu-kupu

Bridge:
Kini kita berjalan berjauh-jauhan
Kau jauhi diriku karena sesuatu
Mungkin ku terlalu bertindak kejauhan
Namun itu karena ku sayang

Reff :
Persahabatan bagai kepompong
Mengubah ulat menjadi kupu-kupu
Persahabatan bagai kepompong
Hal yang tak mudah berubah jadi indah
Persahabatan bagai kepompong
Maklumi teman hadapi perbedaan
Persahabatan bagi kepompong

Masih ingetkan sama lagu ini.....??? Lagu ini masih menjadi juara dech buat sebagian orang yang sedang merasakan keindahan persahabatan. Apalagi lirik dari lagu ini menceritakan awal mulanya persahabatan, dan ungkapan rasa sayang ke seorang sahabat...

So... beruntunglah buat kita yang masih memiliki sahabat di samping kita... duch jadi kangen sama kepompongQu nich...

http://emo.huhiho.com Luv U my friends Windy, Mia, Nina, Noni, dan Rifka.... kita kayak kepompong ya... semoga bentar lagi jadi kupu-kupu yang cuantik hehehehh...

21 November 2008

SEBELUM KITA MENGELUH...........

  1. Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik, pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali.
  2. Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu, pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.
  3. Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa, pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta di jalanan.
  4. Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk, pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk di dalam hidupnya.
  5. Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istrimu, pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Allah untuk diberikan teman hidup.
  6. Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu, pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.
  7. Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu, pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul.
  8. Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya, pikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan.
  9. Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir, pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan.
  10. Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu, pikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda.
  11. Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain, ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa.
http://emo.huhiho.com
Sumber by:http://www.indofx-trader.net/topic623.html

Bangun Pagi Ku Terus Kerja uuuuuppssss!!!!

http://emo.huhiho.com

Wuahhhhhhh.... pagi-pagi ngantuk banget dah harus kerja lagi.... nulis,,, nulis....
aku mau bobo lagi...
yang enak sih nih masih di atas kasur, tidur trusssss mimpi lagi he,,,he,,,
Males banget ya w....
Tapi w harus SEMANGAT....he,,he,,,
Kerja.. kerja ayo kita kerja...
Biar Sehat dari rumah ke depan pangkalan angkot mending jalan kaki he,,he,,
http://emo.huhiho.com

20 November 2008

Artikel oh Artikel

Saat ini aku sedang magang di Surya Citra Media. Di sana aku belajar menulis biografi musisi Indonesia, straight news sampe yang paling rumit menurutku Artikel.. he,,he..
Ya.. namanya juga bidang baru, wajarlah tulisannya masih perlu diedit sana sini...
Nulis artikel itu emang harus sabar, dikoreksinya juga harus sabar...
So ini lah hasil tulisanku yang telah diedit sana sini he,,he,,

Mimpi Morita Menikmati Musik di Mana Saja

“Ini pasti laku.” Begitulah reaksi Chief Executive Officer Sony Corporation Akio Morita suatu hari di Februari 1979. Hari itu adalah saat pertama kali Morita melihat prototype pemutar kaset mini. Ia yakin, produk yang dikembangkan perusahaannya tersebut akan diminati banyak orang, terutama kalangan muda.

Keyakinan Morita bukan tanpa dasar. Ia melihat anak dan teman-temannya tak berhenti mendengarkan musik dari pagi hingga malam. Ia juga mendapati banyak orang mendengarkan musik di dalam mobil. Sebagian lagi bersusah payah membawa tape stereo besar ke pantai dan taman.

Tepat 22 Juni 1979, pemutar kaset mini yang dinamai Walkman pertama kali diluncurkan Sony dengan model TPS-LS. Mulai sejak saat itu pula ucapan Morita lima bulan sebelumnya terbukti benar. Permintaan Walkman di pasaran meledak. Bukan cuma di Jepang. Di luar negeri pun Walkman dinantikan. Hingga Sony sempat tak mampu memenuhi permintaan pasar.

Sebenarnya nama Walkman adalah sebuah brand Sony untuk portable stereo. Namun tanpa disadari, semua orang menyebut alat portable stereo dengan nama Walkman. Padahal tidak semua pemutar musik yang dapat dibawa berpergian itu diproduksi oleh Sony.

Awalnya Morita pun tidak menyukai nama Walkman. Namun ia tidak cukup waktu untuk mengubahnya karena Walkman sudah siap diluncurkan. Tidak diduga nama tersebut justru membawa keberuntungan untuk Sony.

Melihat respon baik dari konsumen Walkman pun mengalami perkembangan. Alat pemutar musik ini hadir kembali dengan nama Walkman Pressman, yang disertai tombol perekam suara.

Ada cerita menarik sebelum Walkman dilengkapi fungsi perekam. Pada saat hendak dikembangkan untuk pertama kali, teknologi perekam sudah lazim dipasang pada sebuah pemutar kaset. Namun, Morita berkeras tidak memasang fitur perekam pada Walkman. Padahal, banyak rekan Morita di Sony menentangnya. Morita yakin, anak muda tidak peduli dengan fungsi perekam. Mereka hanya ingin mendengarkan musik di mana pun dan kapan pun. Sampai-sampai Morita mempertaruhkan posisinya sebagai pemimpin perusahaan. Di hadapan rekan-rekan kantornya, ia menyatakan, bila 30 ribu Walkman (tanpa perekam) tidak terjual habis dalam waktu singkat Morita bersedia mundur dari kepemimpinan Sony.

Morita setengah benar. Walkman memang laku di pasaran meski tanpa kemampuan merekam. Namun, ia juga salah. Karena di masa selanjutnya para wartawan sangat membutuhkan fungsi tersebut.

Pada 1984, Sony terus mengembangkan Walkman dengan kualitas suara lebih jernih. Selain itu produk ini juga ditambahkan dengan Light Emitted Diode (LED) sebagai penunjuk dan pengukur recording level.

Kesuksesan Sony Walkman diikuti perusahaan elektronik pesaing. Toshiba mengeluarkan Toshiba Walky. Sementara Aiwa meluncurkan Aiwa Cassette Boy.

Bisa jadi hal ini memacu Sony lebih giat berinovasi. Masih di 1984, Sony mengeluarkan Walkman dengan media penyimpan data beruapa cakram padat (CD) yang diberi nama Discman dengan seri D-50. Karena menggunakan CD, kualitas suara yang dihasilkan semakin jernih. Selain itu, Sony mengembangkan teknologi Electronic Skip Protection (ESP) yang memungkinkan pengguna memutar lagu tanpa terganggu meski Discman terguncang.

Selain itu mereka juga mengeluarkan Mini Disc Walkman (MD Walkman). Selain mendengar, MD Walkman juga bisa merekam suara.

Teknologi CD merampungkan masalah kualitas suara. CD mampu menghadirkan suara dengan noise atau desis yang sangat rendah. Namun, ia tidak memuaskan dalam kapasitas menyimpan data.

Pada 1987, di Jerman, Karlheinz Brandenburg memimpin sebuh tim riset yang berusaha menemukan solusi untuk menyimpan hasil rekaman suara berkualitas tinggi namun dengan bit-rate audio coding yang rendah. Hasilnya, Brandenburg menemukan format MPEG-1 Audio Layer 3 atau lebih dikenal dengan sebutan MP3. Format digital ini tidak hanya menghasilkan suara jernih, namun juga data yang disimpan kecil. Sebagai perbandingan, CD audio biasa hanya mampu menyimpan maksimal 20-an lagu dalam satu keeping cakram padat. Dengan media yang sama, format MP3 memungkinkan seseorang menyimpan ratusan lagu.

Baru 10 tahun kemudian muncul pemutar suara digital MP3 portabel untuk pertama kalinya. Seperti diketahui, musik MP3 sebelumnya hanya dimainkan di perangkat komputer. Salah satu di antara pengembang teknologi ini adalah Briton Kane Kramer. Ia memproduksi pemutar MP3 portable yang disebut MPMan untuk pertama kalinya secara massal. Beberapa bulan kemudian, Diamon Multimedia memperkenalkan MP3 player berbasis hard-drive.

Tapi dari segi penjualan, Apple Computer mencatat sejarah yang penting di pasar pemutar MP3. Awalnya adalah Tony Fadell yang menciptakan sebuah pemutar MP3 dengan kosep desain yang sangat sederhana. Namun, ia kesulitan mencari dana untuk mengembangkan temuannya. Lantas, ia menawarkan konsep yang ia ciptakan kepada Apple Computer. Gayung bersambut. Perusahaan komputer asal Amerika Serikat ini menyepakati dan menunjuk Fadell sebagai kontraktor dalam proyek ini. Pemutar MP3 hasil dari proyek tersebut kemudian dinamai iPod yang diluncurkan ke publik pada 2001.

Salah satu keunggulan iPod seperti disebutkan sebelumnya adalah konep rancangan yang sederhana. Desain navigasi berupa roda berputar dalam iPod memudahkan pengguna untuk mencari sebuah lagu di antara ratusan tembang tersimpan. Kelebihan lain dari iPod adalah level suara yang dihasilkan melebihi 115 desibel.
Berbagai terobosan inovasi ini membuat iPod laris manis. Sebanyak 160 juta buah iPod terjual habis di seluruh dunia.

Perkembangan teknologi tak pernah berhenti. Setelah MP3, muncul generasi berikutnya yang disebut MP4, yaitu format data yang menggabungkan audio dan video dalam satu file. Kini, pemutar musik MP4 mulai dilirik konsumen seperti yang diluncurkan iRever. Perusahaan ini menamai pemutar MP4 tersebut, SPINN. Keunggulan SPINN adalah memberikan kebebasan kepada pengguna untuk memilih lagu melalui layar sentuh. SPINN juga dilengkapi radio FM, picture viewer, voice recording, wireless headset, dan Bluetooth.

Secara teknologi, Walkman dengan media penyimpan lagu analog yang dikembang Morita sudah jauh tertinggal. Namun segala perkembangan yang terjadi hingga saat ini tak pernah melenceng jauh dari konsep memainkan musik di mana saja dan kapan saja yang dicetuskan Morita. Kehadiran Walkman juga mengubah cara pandang manusia dalam menghibur diri tanpa mengganggu orang lain.(Tka)

Malu sich hanya menyematkan inisialku aja yang di akhir tulisan. Ya seharusnya sih ada inisial pembimping aku juga Zaq.. he,,he,, Malah aku sempat bingung harusnya (Tka/Zaq) atau (Zaq/Tka). Weleh-weleh jadi enak.. Semoga saja aku bisa terus belajar dan belajar supaya tulisanku bagus dan yang pasti di kontrak di perusahaan ini he,,he,, ngarep!!!

so.. aku sudah mulai menyukai diriku sebagai jurnalis. Walaupun masih amatir he,,he,,
http://emo.huhiho.com

Sapaan Pertamaku

Hi...
Ini adalah sapaan pertamaku,, maklumlah baru punya blog jadi norak gak apa-apa ya??? he,,he,,,
Senang bisa mencurahkan seluruh perasaan dalam hidup ini.
Karena itulah aku menamakan Blog ini KEHIDUPAN. Semoga saja saya bisa belajar memaknai hidup ini dengan mencurahkan isi hatiku dan comment kalian di blog-ku ini ya..

Wah ternyata hari ini juga ulang tahun mamaku loh!! Aduh aku sayang baget sama mamaku. Yai yalah tanpa mama gak mungkinkan kita lahir di dunia ini??

Selamat Ulang Tahun Mama..
Thika Chayank Mama..

Sekedar saran yang masih punya orang tua sayangilah mereka seperti mereka menyangi kita ok!!!

Arti seorang mama sangat besar untukku. Tanpa dia mungkin saat ini aku sudah terpuruk dalam kesedihanku.

Suatu ketika aku sedih banget udah buat mamaku sedih. Pasalnya aku semapat ingin mundur untuk maju sidang skripsi pada 26 Juli 2008.

Ya.. itu juga karena aku belum finish buat skripsinya. Rasa lelah juga mengelayutiku. Saat itu aku merasa mamaku tidak mengerti aku. Dia hanya ingin tahu kalau anaknya jadi sarjana aja!!

Kesedihanku semakin memuncak melihat raut kekecewaan di wajah mamaku. Aku gak tahu harus berbuat apa saat itu.

Namun berkat do'a mamaku ada titik terang agak aku bisa ikut sidang pada hari itu. SMS dari temanku yang mengatakan bu Lina bakal bantu kita untuk terus maju (Bu Lina, dosen pembimping skripsiku).

SMS itu kira-kira sampe di hpku jam 22.30, saat aku tidur. Melihat itu SMS-nya aku jadi tersadar, ternyata banyak orang yang akan selalu membatuku saat aku sedang membutuhkannya.

Di balik kelulusanku ada orang-orang yang selalu membangkitkan semangatku. Di antaranya Mama, Ayah, Nisa, Rina, Nia, Bu Lina, Pak Maryono, Windy, Mia, Nina, Noni, Rifka, Bu Ika, pak Eko dan lain-lain...
Thx semua...

Asiknya jadi Sarjana he,,he,,
http://emo.huhiho.com

Pokokke Karena jasa mamaku aku bisa mendapatkan gelar sarjana ini... LOVE U MOM Muuuuuaaaaacccchh...